Kamis, 23 Februari 2017

Atlet Prima Kini Pakai Aplikasi IAM

Para atlet Prima menghadiri sosialisasi IAM di Gedung Teater Kemenpora Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Sumber Asli -- C0I - JAKARTA -Kehadiran aplikasi Integrated Atlet Monitoring (IAM) Prima disambut baik para atlet elit yang tergabung dalam Program Indonesia Emas (Prima). Hal itu terungkap dalam sosialisasi IAM yang dilakukan Satuan pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) melibatkan puluhan atletdari berbagai cabang olahraga (cabor) di Gedung Teater Kemenpora Jakarta, Rabu (22/2/2017).


"Aplikasi IAM sangat baik dan bermanfaat, karena ini akan mempermudah dalam hal memonitor kesehatan, kebugaran atletitu sendiri di samping juga mendidik atletuntuk lebih bertanggung jawab dalam melakukan aktivitas setiap harinya," kata atletbiliar, BW Simanjuntak.
Satlak Prima meluncurkan aplikasi IAM dalam upaya meningkatkan prestasi atlet elit Indonesia di ajang multi event SEA Games Malaysia 2017, Asian Games Jakarta-Palembang 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020. IAM Prima berfungsi untuk bisa melihat kondisi atletsetiap saat secara cepat.
Dalam kesempatan itu, Ketua Satlak Prima, Achmad Soetjipto mengingatkan para atlet elit pentingnya IAM dalam upaya memperbaiki sistem kepelatihan dalam peningkatan performa, terutama untuk mengetahui serta mengatasi cidera lebih dini. Pasalnya, faktor dominan yang membuat atlet gagal meraih prestasi adalah cidera.
"Aset utama atlet adalah tubuh yang harus dijaga jangan sampai mengalami cidera saat menjalani latihan. Sebab, cidera itu akan mempengaruhi kondisi fisik dan teknik dalam penampilan dan menghilangkan peluang meraih prestasi. Makanya, aplikasi IAM diluncurkan untuk mengetahui cidera lebih dini untuk segera diatasi," ungkap Achmad Soetjipto.
Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Andi Kurniawan, Sp.KO selaku Manager Kesehatan Umum, Cidera Olahraga dan Rehabilitasi Satlak Prima. Menurutnya, aplikasi ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh para atletitu sendiri. "Aplikasi ini sangat dibutuhkan para atlet karena ancaman mencapai prestasi yang pertama adalah cidera. Jika atlet tak cidera, pastinya mereka akan menjalankan program kepelatihan dengan baik. Melalui IAM, kita bisa monitor kondisi atlet lewat pelatih, Direktur Performa Tinggi (HPD) Satlak Prima dan bisa langsung menangani dengan baik," tuturnya.
"Idealnya memang Sport Science setiap cabor itu memang ada dokter, masseur, psikologinya, fisioteraphys-nya serta ahli gizinya, namun dengan segala keterbatasan yang ada kita tak akan bisa maksimal, akan tetapi dengan adanya IAM Prima ini kita bisa memonitor dari jauh, sehingga mana nutrisi, psikologi maupun kesehatan yang perlu diperbaiki kita tinggal datang ke cabor itu," terangnya.
Andi pun mengklaim jika IAM Prima ini merupakan smart tools yang harus diisi para atlet maupun pelatih dalam proses kepelatihan. Dengan demikian, kondisi atlet yang sebenarnya bisa terlihat dan recovery bisa diterapkan sesuai kebutuhannya. "Ketika recovery dan beban latihannya itu seimbang, maka cidera itu akan berkurang," ujarnya.
Pria yang telah tersertifikasi oleh International Fitness Professional Association serta anggota dari Exercise Immunology Association itu juga menganjurkan bahwa para atlet maupun pelatih harus memanfaatkan aplikasi ini dengan baik. "Kami imbau IAM Prima ini dimanfaatkan dengan baik, layaknya mereka bisa update status di media sosial tiap hari. Saya yakin mereka bisa mengisi aplikasi dengan jujur dan baik setiap harinya, apalagi aplikasi IAM dibuat untuk kepentingan atlet agar terhindar dari cidera," ujarnya.
"IAM bisa dikatakan jadi tempat curhatnya atlet. Jika makanannya kurang bagus, jika kondisinya lagi stress dan cidera, tulis saja di situ sebagai buku hariannya mereka. Jadi, Satlak Prima bisa memantau seluruh persoalan yang dialami atlet dan segera menanganinya," tambah dokter yang juga berperan sebagai Chief Operational Officer di ISMC itu.(COI-1)
***
-->

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi