Sabtu, 24 Desember 2016

Ayo Daftar, Pertengahan Januari Penjaringan 40.000 Relawan Asian Games 2018 di Indonesia

Sumber Asli -- C0I - JAKARTA – Mau menjadi relawan Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia, 18 – 8 – 2018 mendatang? Bila ya, jangan lewatkan kesempatan ini. Wakil presiden INASGOC, Muddai Madang menyatakan, dalam pelaksanaan pesta olahraga akbar antarnegara Asia itu Indonesia membutuhkan 40.000 – 50.000 relawan. Penjaringan relawan itu akan diadakan pertengahan Januari 2017. Jadi, bagi yang berminat segera mendaftar di Inasgoc.


            Dalam keterangannya kepada wartawan, Muddai mengemukakan, penjaringan relawan akan dilakukan mulai pertengahan Januari tahun depan. “Sedangkan seleksi nanti setelah memasuki tahun 2018," kata Muddai.
Hingga saat ini, masih diperdebatkan dalam internal INASGOC bentuk apresiasi terhadap relawan nanti. Sebagian berpendapat relawan mendapatkan jatah uang saku harian. Sebagian lainnya, berpendapat relawan cukup mendapatkan jatah makan harian dan fasilitas transportasi ditambah sertifikat.
            "Kami mengadakan kerja sama dengan beberapa lembaga untuk penjaringan, perekrutan juga akan dibuka secara terbuka. Dibutuhkan relawan yang mampu berkomuniaksi dengan baik dan diutamakan yang memiliki kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa asing tentunya," tutur Muddai. (COI-1)

***
-->

READ MORE»

Tersangka Bertambah, Penyelewengan Dana Sosialisasi Asian Games 2018 Bisa Tambah Panjang Daftar Korupsi Proyek Olahraga



Oleh: Gungde Ariwangsa SH
 

Sumber Asli -- C0I - Dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 terus bergulir. Tidak hanya berhenti sampai pada penetapan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Doddy Iswandi sebagai tersangka penyelewenangan dana sosialisasi pesta olahraga antarbangsa Asia itu. Kasus ini membuat para pejabat KOI lainnya ketar-ketir karena sosialisasi Asian Games itu dilakukan di enam kota dengan melibatkan banyak pihak.


            Secara perlahan namun pasti, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terus melangkah untuk menguak penggunaan dana negara yang berjumlah Rp 61,3 Milyar itu. Setelah Doddy Iswandi maka pihak Kepolisian telah menetapkan tersangka baru, yaitu bendahara KOI yang berinisial AR.
            Kepastian tersangka AR itu diakui pihak KOI, yang membenarkan sudah mendapatkan surat dari kepolisian terkait status tersangka bendahara umum KOI yang berinisial AR. "Bendahara Umum KOI telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini terkait kegiatan Karnaval Road to Asian Games 2018 di Surabaya pada akhir tahun 2015," kata juru bicara KOI, Hellen Sarita de Lima ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (23/12).
            Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pihak Kepolisian telah menetapkan Sekjen KOI yang juga menjabat sebagai Sekjen Inasgoc sebagai tersangka dalam dugaan penyimpangan dana sosialisasi Asian Games yang diselenggarakan di Surabaya sejak November 2015 lalu. Polisi juga menemukan indikasi pola korupsi serupa pada kegiatan di lima kota lain.
Apalagi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kerugian negara sebesar Rp5,3 miliar dari pelaksanaan kegiatan di Medan, Palembang, Serang, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar pada Desember 2015. Khusus di Surabaya, BPK menemukan kerugian Rp1,1 miliar.
            Terkait dengan temuan itu, ada indikasi pola serupa terjadi di lima kota selain Surabaya. Untuk lima kota lainnya masih tahap penyelidikan. Pihak kepolisian berjanji secepatnya menaikkan statusnya ke tahap penyidikan.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan KPK siap membantu memberikan tambahan data dan informasi untuk mengusut pelaku lainnya.
            Sampai sejauh manakah kasus ini akan berujung? Semuanya tergantu kepada tindakan para penegak hukum yang mendapat tugas dan kepercayaan untuk memberantas korupsi di negara ini. Namun yang jelas, gonjang ganjing sosialisasi Asian Games 2018 itu menguak lagi daftar panjang kasus korupsi di olahraga. Proyek olahraga terbukti rentan dikorupsi.
            Korupsi yang menyita perhatian besar di olahraga sebelumnya adalah  korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang 2010-2012 termasuk kasus cukup besar dan menyita perhatian publik dengan kerugian negara hingga Rp 464,6 miliar. Kasus ini, antara lain, melibatkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, serta Dirut PT Dutasari Citra Laras Machfud Suroso.
            Kemudian ada kasus korupsi pembangunan wisma atlet untuk SEA Games 2011 di Palembang, Sumatera Selatan, yang melibatkan mantan Sekretaris Menpora Wafid Muharram dan mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin. Lalu, kasus korupsi proyek pembangunan arena Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012 yang melibatkan mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dan 10 anggota DPRD Riau. Terakhir, Badan Reserse Kriminal Polri menangani kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang digunakan untuk PON Jawa Barat 2016. ***

  • Penulis adalah wartawan COIPers dan Ketua Harian Siwo PWI Pusat. E-mail: aagwaa@yahoo.com

***
-->
READ MORE»

Blue Eagle Raih Rp 50 Juta Setelah Juara Turnamen Sepakbola Piala KONI-Siwo Pusat

Sumber Asli -- C0I - JAKARTA – Kesebelasan  Blue Eagle Jakarta merebut hadiah utama sebesar Rp 50 Juta setelah berjaya menjuarai turnamen sepak bola U-14 Tahun Piala KONI Pusat dan Siwo Pusat 2016. Selain hadiah uang, Blue Eagle juga meraih piala tetap KONI Pusat.


            Ketua Panitia Turnamen, Taufik Panji Alam kepada COIPers, mengatakan,  Blue Eagle menjadi yang terbaik setelah di final menundukkan Bravo Surabaya. Dalam pertarungan final di lapangan Labda Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (24/12/2016), Blue Eagle menang 2-0.
            “Dengan suksesnya turnamen U-14 ini maka kami optimistis untuk menggelar turnamen U-16 Januari mendatang. Turnamen usia dini ini mendapat dukungan besar dari KONI dan Siwo PWI Pusat karena memiliki nilai strategis dalam menyiapkan pemain-pemain pelapis tim nasional masa depan. KONI dan Siwo menghimbau agar kegiatan ini bisa diikuti lebih banyak lagi tim-tim dari daerah dan diselenggarakan dua kali setahun,” ujar Taufik.
            Tuan rumah Blue Eagle yang melaju ke final setelah mengalahkan Akademi PSP pada pertandingan semifinal pagi hari pukul 09.00 WIB, menasbihkan diri sebagai pemuncak di siang harinya, dengan mengandaskan ambisi Bravo Surabaya, finalis yang sukses menundukkan Gelora Putra Delta Sidoarjo di babak semifinal.
            Sempat bermain imbang dibabak pertama, Blue Eagle Jakarta menuntaskan perlawanan Bravo Surabaya pada babak kedua melalui gol yang dihasilkan Perdana Firdaus dan Bagus. Dan Skor 2-0 bertahan sampai akhir  pertandingan.
            Sedangkan untuk tempat ke 3 atau 4, tidak ada pertandingan antara tim yang kalah pada dua semifinal, yakni Akademi PSP dan Gelora Putra Delta Sidoarjo.
            “Turnamen ini sangat bagus untuk mematangkan pemain sepakbola yang masih usia dini.PSSI harus melihat kepedulian kami menggelar turnamen usia dini ini untuk ke depannya,” kata Ketua SIWO Pusat Raja Parlindungan Pane dilangsir poskotanews, ketika menutup turnamen.
            Turnamen Sepakbola Piala KONI dan SIWO PWI Pusat sendiri diikuti 12 tim yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) dan Akademi se-Indonesia, yaitu : Garuda Putra Delta Sidoarjo United, Akademi PSP Padang, GMK 0906 Kutai Kertanegara, New Pelita Solo; Bravo Surabaya, Putra Ranah Minang, Jember United, Surya Bhakti Cilegon; Blue Eagle Academy, Lampung Selection, PSBK Kota Blitar, Beriman Balikpapan.
            Kejuaraan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/12) dan berakhir Sabtu (24/12) yang digelar di dua lapangan, Labda Halim Perdanakusuma dan Gongseng. (COI-1)
TEKS FOTO - Tim Blue Eagle Jakarta tampil sebagai juara sekaligus berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan Rp 50 juta dari Turnamen Sepakbola U-14 tahun memperebutkan Piala KONI/SIWO Pusat, Sabtu (24/12 2016), di lapangan Labda Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

***
-->

READ MORE»

Kamis, 22 Desember 2016

Park Hoon masih teringat Song Joong-ki !!


Park Hoon alias "Snoopy" dari Tim Alpha masih teringat pada sang "Big Boss" (Song Joong-ki), meskipun berbulan-bulan telah berlalu sejak "Descendants of the Sun" selesai masa tayangnya.

Pada tanggal 22 Desember 2016, aktor ini dan Oh Jong-hyuk membuat penampilan di acara radio MBC FM4U yang bertajuk "Ji Suk Jin’s 2 O’Clock Date".

Selama siaran, Park Hoon berbicara tentang rasa hormat dia untuk mantan lawan mainnya Song Joong-ki, dan saat tertentu yang benar-benar menyentuhnya.

"Itu adalah drama pertamaku [sebagai peran yang lebih besar], dan kampung halamanku benar-benar merupakan salah satu situs syuting untuk 'Descendants of the Sun', Song Joong-ki secara pribadi datang [ke rumahku] untuk memberikan penghormatan kepada ibuku", dia mengungkapkan.

Park Hoon menjelaskan bahwa ia tidak pernah meminta sang aktor untuk melakukannya, tapi Song Joong-ki masih menyempatkan diri untuk datang.

"Kepribadiannya membuat dia tampak seperti seorang misionaris untuk karakter yang baik", katanya, dan berkomentar bahwa Song Joong-ki adalah hanya orang yang benar-benar hebat.



Cre : http://ift.tt/2ikvgY0


READ MORE»
Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi