Sumber Asli -- C0I -Rapat pleno PT Liga Indonesia (LI) sore nanti (12/1) bakal menjawab sejumlah pertanyaan sepanjang dua minggu terakhir terkait kepastian ISL 2015. Termasuk di dalamnya adalah jadwal, dan siapa saja tim kontestan yang berhak mengarungi kompetisi yang akan kembali menjadi datu wilayah tersebut. Terlebih dengan adanya indikasi dari sejumlah klub peserta yang hingga detik terakhir telah melaporkan data finansial mereka.
Setidaknya ada lima klub yang telah menuntaskan laporan mereka pada Rabu pekan lalu. Masing- masing empat klub dari Papua, antara lain Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Perseru Serui. Persiwa Wamena, dan satu klub lagi dari Jatim, Persik Kediri. Belum lagi adanya beberapa klub yang masih tercatat tengah menunggak gaji pemain mereka di musim 2014 lalu.
Misalnya, Persebaya Surabaya, Persik dan Persela Lamongan. Klub-klub ini tengah menunggu realisasi pencairan sharing revenue dari PT Liga yang masih akan di keluarkan pasca RUPS pada akhir Januari nanti. Khusus Persebaya, klub Jatim menunggak tiga bulan gaji dengan jumlah tunggakan sekitar Rp 5 miliar jelas membuat klub kebanggaan masyarakat kota Surabaya itu patut waspada.
Sebab, jika memang merujuk peraturan yang ada maka mereka bakal siap-siap tidak bisa mengarungi ISL 2015. Tetapi, CEO Persebaya Gede Widiade kepada Jawa Pos (Grup INDOPOS) menyatakan pihaknya telah menyelesaikan sebagian dari tunggakan klub musim lalu. “Sudah coba saya bereskan dengan dana pribadi saya sebagai CEO, manajemen Persebaya lainnya juga tengah” mengupayakan agar tunggakan segera diselesaikan,” bebernya.
Dalam hal ini, Persebaya dan klub-klub yang bermasalah dengan urusan finansial dan yang lain harus memikirkan solusi lainnya untuk bisa menjelaskan. Keinginan besar agar tunggakan tersebut diselesaikan juga keluar dari mantan pelatih Persebaya musim lalu, Rahmad Darmawan.
Kepada Jawa Pos pria yang karib di sapa RD itu menyatakan manajemen mengupayakan bisa menyelasaikan pada 15 Januari besok. Artinya, hingga rapat pleno berakhir sore nanti klub-klub diatas harus bersiap dengan sagala konsekuensi yang ada. Terpisah, Tigor Shalom Boboy, sekretaris PT LI menjelaskan pihaknya sudah melakukan verifikasi keuangan semua calon klub peserta ISL 2015.
“Jika proyeksi komersial klub ISL 2015 tidak mencukupi untuk menutup tunggakan dan operasional tim musim depan. Maka akan kami coret dari keikutsertaannya,” urainya.
PT LI juga telah mengawali melakukan verifikasi infrastruktur untuk 20 klub ISL musim depan. Antara lain di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, kandang Bali United Pusam FC dan Stadion H Agus Salim, Padang. Hasilnya, dua klub ini harus segera merampungkan renovasi stadion. Khususnya Bali United Pusam FC yang punya banyak catatan dibeberapa hal.
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
Setidaknya ada lima klub yang telah menuntaskan laporan mereka pada Rabu pekan lalu. Masing- masing empat klub dari Papua, antara lain Persipura Jayapura, Persiram Raja Ampat, Perseru Serui. Persiwa Wamena, dan satu klub lagi dari Jatim, Persik Kediri. Belum lagi adanya beberapa klub yang masih tercatat tengah menunggak gaji pemain mereka di musim 2014 lalu.
Misalnya, Persebaya Surabaya, Persik dan Persela Lamongan. Klub-klub ini tengah menunggu realisasi pencairan sharing revenue dari PT Liga yang masih akan di keluarkan pasca RUPS pada akhir Januari nanti. Khusus Persebaya, klub Jatim menunggak tiga bulan gaji dengan jumlah tunggakan sekitar Rp 5 miliar jelas membuat klub kebanggaan masyarakat kota Surabaya itu patut waspada.
Sebab, jika memang merujuk peraturan yang ada maka mereka bakal siap-siap tidak bisa mengarungi ISL 2015. Tetapi, CEO Persebaya Gede Widiade kepada Jawa Pos (Grup INDOPOS) menyatakan pihaknya telah menyelesaikan sebagian dari tunggakan klub musim lalu. “Sudah coba saya bereskan dengan dana pribadi saya sebagai CEO, manajemen Persebaya lainnya juga tengah” mengupayakan agar tunggakan segera diselesaikan,” bebernya.
Dalam hal ini, Persebaya dan klub-klub yang bermasalah dengan urusan finansial dan yang lain harus memikirkan solusi lainnya untuk bisa menjelaskan. Keinginan besar agar tunggakan tersebut diselesaikan juga keluar dari mantan pelatih Persebaya musim lalu, Rahmad Darmawan.
Kepada Jawa Pos pria yang karib di sapa RD itu menyatakan manajemen mengupayakan bisa menyelasaikan pada 15 Januari besok. Artinya, hingga rapat pleno berakhir sore nanti klub-klub diatas harus bersiap dengan sagala konsekuensi yang ada. Terpisah, Tigor Shalom Boboy, sekretaris PT LI menjelaskan pihaknya sudah melakukan verifikasi keuangan semua calon klub peserta ISL 2015.
“Jika proyeksi komersial klub ISL 2015 tidak mencukupi untuk menutup tunggakan dan operasional tim musim depan. Maka akan kami coret dari keikutsertaannya,” urainya.
PT LI juga telah mengawali melakukan verifikasi infrastruktur untuk 20 klub ISL musim depan. Antara lain di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, kandang Bali United Pusam FC dan Stadion H Agus Salim, Padang. Hasilnya, dua klub ini harus segera merampungkan renovasi stadion. Khususnya Bali United Pusam FC yang punya banyak catatan dibeberapa hal.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->
0 komentar:
Posting Komentar