Sabtu, 30 Januari 2016

Jangankan BOPI, Kemenpora Pun Perlu Dibubarkan

>
--> Sumber Asli -- C0I -Beberapa hari ini ramai kabar tentang Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Beberapa media menurunkan berita dengan tajuk "BOPI Terancam Dibubarkan". Badan yang selama ini selalu dikendalikan Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) itu  direkomendasikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) kepada Presiden untuk dibubarkan. Selain itu Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK).
    Tentu saja itu menjadi sengatan pedas bagi BOPI dan Kemenpora. Munculah tanggapan dari BOPI dan Kemenpora yang memperkuat eksistensi BOPI. Bahkan Sekjen BOPI menantang akan memberikan acungan jempol bila Presiden Joko Widodo menerima rekomendari Menteri PAN-RB untuk membubarkan BOPI.
    Apa pun alasan yang dikemukakan, Men-PAN-RB tidaklah begitu saja membuat rekomendasi pembubaran BOPI itu. Menpan-RB, Yuddy Chrisnandi mengatakan ada pemborosan kewenangan pada 14 lembaga yang direkomendasikan dibubarkan. Termasuk di dalamnya ya BOPI itu sendiri.
    "Fungsi kelembagaannya dialihkan ke instansi-instansi pemerintah induknya yang sudah ada," papar Yuddy.
    Benar adanya. BOPIselama ini sudah kebablasan. Banyak pemborosan kewenangan di sana. Bahkan BOPI yang seharusnya memngembangkan, membangun dan membina olahraga profesional di Indonesia malah justru bertindak sebagai algojo yang mematikan olahraga profesional itu sendiri.
    Kemudian sejak Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) dijabat oleh Imam Nahrawi maka BOPI sudah menjadi alat dari Kemenpora untuk menjalankan kepentingan Menpora. Ini sangat berbahaya karena bisa saja nanti BOPI dijadikan alat politik Menpora. Pasalnya BOPI dalam operasinya memakai dana APBN yang berasal dari rakyat.
    Karena dikendalikan Kemenpora maka BOPI lebih banyak menjadi abdi Menpora. Bukan justru menjadi abdi insan olahraga profesional di Tanah Air. Maka ketika Menpora membekukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), BOPI hanya berkutat mengurusi sepakbola terutama lebih keras menggempur PSSI.
    Olahraga profesional lainnya seperti tinju, tenis, golf,taekwondo, dan lain-lainnya terabaikan. Lihat saja tinju pro. Kini tidak ada lagi juara dunia yang dimiliki Indonesia.
    Bila hanya menjadi alat politik Kemenpora, untuk apa ada BOPI. Jadi wajar saja rekomendasi Menpan-RB agar bada itu dibubarkan oleh Presiden.
    Jangankan, BOPI, Kemenpora itu sendiri juga perlu dilikuidasi kembali seperti era Presiden Gus Dur dulu. Kehadiran kembali Kemenpora dalam masa kepemimpinan Presiden SBY hingga sekarang, sama sekali tidak memberikan arti bagi peningkatan prestasi olahraga Indonesia. Justru prestasi olahraga Indonesia makin merosot dan terpuruk di tingkat dunia, Asia dan Asia Tenggara.
    Hadirnya kebali Kemenpora bukan membuat olahraga ndonesia makin kondusif. Justru makin tidak karuan karena Kemenpora ikut terlibat bermain dalam pelaksanaan kebijakan. Sudah begitu Kemenpora sama sekali tidak mempunyai Grand Strategi Pembungan Prestasi Olahraga Indonesia.
    Kemenpora yang seharusnya menjadi pembina dan pengayom olahraga Indonesia maka kini menjelma menjadi raksasa menakutkan yang siap menelan lembaga olahraga lainnya. Dengan memegang kewenangan yang diberikan Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UUSKN) Kemenpora seperti membabi buta menerapkan kewenangannya. Kemenpora menjelma menjadi monster menakutkan.
    Kegaduhan muncul dimana-mana. PSSI sudah menjadi korban. Kemudian KONI diancam dibekukan. KOI diabaikan.
    Padahal Kemenpora kini mempunyai tugas untuk menyukseskan Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia. Namun tidak ada progres yang meyakinkan. Kepres atau Perpres untuk pelaksanaan pesta olahraga Asia itu sampai kini belum becus diurus Menpora.
    Meskipun belum maksimal, keberhasilan Kemenpora yang digembargemborkan adalah menaikkan anggaran untuk olahraga. Namun apakah kenaikan ini benar-benar menyentuh kebutuhan olahraga untuk menaikkan prestasi? Sementara di sisi lain ada pejabat Kemenpora yang masuk penjara karena kasus korupsi. Labi-labi makin berkembang biak. Bukankah ini memprihatinkan?
    Jadi bukan hanya BOPI yang dibubarkan. Sekalian saja dengan Kemenpora. Bangsa ini sudah pernah melakukannya. Kala itu olahraga Indonesia tidak seburuk saat ini prestasinya. Presiden Joko Widodo rasanya perlu mempertimbangkan dan menyetujui rekomendasi Men-PAN-RB.
   

***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi