Sumber Asli -- C0I -Dari total 33 cabang olahraga (cabor) yang diikuti Indonesia pada SEA Games XXVIII Singapura 2015, 16 cabor dinilai Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) berpotensi meraih medali emas. Sehingga, secara keseluruhan, jumlah medali emas yang berani ditargetkan Satlak Prima di pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara itu mencapai 46 keping.
Target medali tersebut jauh lebih sedikit ketimbang yang diproyeksikan para Pengurus Pusat (PP) dan Pengurus Besar (PB) cabor di SEA Games 2015. Berdasarkan hitungan mereka, jumlah medali emas yang bisa diraup Indonesia sebanyak 82 keping.
Selain cabor bulutangkis, Suwarno menyebut cabor atletik, renang, dayung, kano, ski air, perahu naga, senam, panahan, biliar, boling, berkuda, wushu, pencak silat, anggar, dan tenis sebagai kandidat kuat penyumbang medali emas Indonesia. Sementara dari PP/PB, cabor loncat indah, golf, menembak, dan renang sinkronisasi juga masuk dalam daftar cabor potensi medali.
“Perbedaan target seperti ini wajar, karena PP/PB dan (Satlak) Prima memunyai ‘kacamata’ yang berbeda. Yang jelas, kami melakukan perhitungan secara realistis,” tutur Ketua Satlak Prima Suwarno saat menggelar rapat internal di Kantor Satlak Prima, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
Mengacu pada kalkulasi posisi akhir klasemen yang disampaikan Deputi Pembinaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik beberapa waktu lalu, prediksi perolehan medali emas Satlak Prima yang hanya mencapai 46 keping akan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga (44-58 medali emas). Sementara, perkiraan PP/PB yang menembus 82 keping medali emas, bisa membawa skuat Merah Putih ke urutan kedua (72-79 medali emas).
Kendati begitu, dua estimasi berbeda tersebut masih lebih baik ketimbang realita hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games XXVII Myanmar 2013. Dua tahun lalu, Indonesia hanya bisa berada di peringkat keempat dengan raihan 65 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu.
Kalah dari Thailand, yang finis sebagai juara umum dengan koleksi 107 medali emas, 94 medali perak, dan 81 medali perunggu, tuan rumah Myanmar (86-62-85), dan Vietnam (74-85-86).
“Tahun ini sendiri, dengan partisipasi di 33 cabor dan 308 nomor pertandingan dari total 39 cabor dan 402 nomor pertandingan yang dipertandingkan di SEA Games 2015, Indonesia dipastikan sudah kehilangan 94 medali emas,” tukas Suwarno.
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
Target medali tersebut jauh lebih sedikit ketimbang yang diproyeksikan para Pengurus Pusat (PP) dan Pengurus Besar (PB) cabor di SEA Games 2015. Berdasarkan hitungan mereka, jumlah medali emas yang bisa diraup Indonesia sebanyak 82 keping.
Selain cabor bulutangkis, Suwarno menyebut cabor atletik, renang, dayung, kano, ski air, perahu naga, senam, panahan, biliar, boling, berkuda, wushu, pencak silat, anggar, dan tenis sebagai kandidat kuat penyumbang medali emas Indonesia. Sementara dari PP/PB, cabor loncat indah, golf, menembak, dan renang sinkronisasi juga masuk dalam daftar cabor potensi medali.
“Perbedaan target seperti ini wajar, karena PP/PB dan (Satlak) Prima memunyai ‘kacamata’ yang berbeda. Yang jelas, kami melakukan perhitungan secara realistis,” tutur Ketua Satlak Prima Suwarno saat menggelar rapat internal di Kantor Satlak Prima, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
Mengacu pada kalkulasi posisi akhir klasemen yang disampaikan Deputi Pembinaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik beberapa waktu lalu, prediksi perolehan medali emas Satlak Prima yang hanya mencapai 46 keping akan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga (44-58 medali emas). Sementara, perkiraan PP/PB yang menembus 82 keping medali emas, bisa membawa skuat Merah Putih ke urutan kedua (72-79 medali emas).
Kendati begitu, dua estimasi berbeda tersebut masih lebih baik ketimbang realita hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games XXVII Myanmar 2013. Dua tahun lalu, Indonesia hanya bisa berada di peringkat keempat dengan raihan 65 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu.
Kalah dari Thailand, yang finis sebagai juara umum dengan koleksi 107 medali emas, 94 medali perak, dan 81 medali perunggu, tuan rumah Myanmar (86-62-85), dan Vietnam (74-85-86).
“Tahun ini sendiri, dengan partisipasi di 33 cabor dan 308 nomor pertandingan dari total 39 cabor dan 402 nomor pertandingan yang dipertandingkan di SEA Games 2015, Indonesia dipastikan sudah kehilangan 94 medali emas,” tukas Suwarno.
Dari total 33 cabang olahraga (cabor) yang diikuti Indonesia pada SEA Games XXVIII Singapura 2015, 16 cabor dinilai Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) berpotensi meraih medali emas. Sehingga, secara keseluruhan, jumlah medali emas yang berani ditargetkan Satlak Prima di pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara itu mencapai 46 keping.
Target medali tersebut jauh lebih sedikit ketimbang yang diproyeksikan para Pengurus Pusat (PP) dan Pengurus Besar (PB) cabor di SEA Games 2015. Berdasarkan hitungan mereka, jumlah medali emas yang bisa diraup Indonesia sebanyak 82 keping.
Selain cabor bulutangkis, Suwarno menyebut cabor atletik, renang, dayung, kano, ski air, perahu naga, senam, panahan, biliar, boling, berkuda, wushu, pencak silat, anggar, dan tenis sebagai kandidat kuat penyumbang medali emas Indonesia. Sementara dari PP/PB, cabor loncat indah, golf, menembak, dan renang sinkronisasi juga masuk dalam daftar cabor potensi medali.
“Perbedaan target seperti ini wajar, karena PP/PB dan (Satlak) Prima memunyai ‘kacamata’ yang berbeda. Yang jelas, kami melakukan perhitungan secara realistis,” tutur Ketua Satlak Prima Suwarno saat menggelar rapat internal di Kantor Satlak Prima, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
Mengacu pada kalkulasi posisi akhir klasemen yang disampaikan Deputi Pembinaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik beberapa waktu lalu, prediksi perolehan medali emas Satlak Prima yang hanya mencapai 46 keping akan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga (44-58 medali emas). Sementara, perkiraan PP/PB yang menembus 82 keping medali emas, bisa membawa skuat Merah Putih ke urutan kedua (72-79 medali emas).
Kendati begitu, dua estimasi berbeda tersebut masih lebih baik ketimbang realita hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games XXVII Myanmar 2013. Dua tahun lalu, Indonesia hanya bisa berada di peringkat keempat dengan raihan 65 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu.
Kalah dari Thailand, yang finis sebagai juara umum dengan koleksi 107 medali emas, 94 medali perak, dan 81 medali perunggu, tuan rumah Myanmar (86-62-85), dan Vietnam (74-85-86).
“Tahun ini sendiri, dengan partisipasi di 33 cabor dan 308 nomor pertandingan dari total 39 cabor dan 402 nomor pertandingan yang dipertandingkan di SEA Games 2015, Indonesia dipastikan sudah kehilangan 94 medali emas,” tukas Suwarno.
- See more at: http://ift.tt/1Bmm2jD
Target medali tersebut jauh lebih sedikit ketimbang yang diproyeksikan para Pengurus Pusat (PP) dan Pengurus Besar (PB) cabor di SEA Games 2015. Berdasarkan hitungan mereka, jumlah medali emas yang bisa diraup Indonesia sebanyak 82 keping.
Selain cabor bulutangkis, Suwarno menyebut cabor atletik, renang, dayung, kano, ski air, perahu naga, senam, panahan, biliar, boling, berkuda, wushu, pencak silat, anggar, dan tenis sebagai kandidat kuat penyumbang medali emas Indonesia. Sementara dari PP/PB, cabor loncat indah, golf, menembak, dan renang sinkronisasi juga masuk dalam daftar cabor potensi medali.
“Perbedaan target seperti ini wajar, karena PP/PB dan (Satlak) Prima memunyai ‘kacamata’ yang berbeda. Yang jelas, kami melakukan perhitungan secara realistis,” tutur Ketua Satlak Prima Suwarno saat menggelar rapat internal di Kantor Satlak Prima, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
Mengacu pada kalkulasi posisi akhir klasemen yang disampaikan Deputi Pembinaan dan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Djoko Pekik beberapa waktu lalu, prediksi perolehan medali emas Satlak Prima yang hanya mencapai 46 keping akan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga (44-58 medali emas). Sementara, perkiraan PP/PB yang menembus 82 keping medali emas, bisa membawa skuat Merah Putih ke urutan kedua (72-79 medali emas).
Kendati begitu, dua estimasi berbeda tersebut masih lebih baik ketimbang realita hasil yang diperoleh Indonesia pada SEA Games XXVII Myanmar 2013. Dua tahun lalu, Indonesia hanya bisa berada di peringkat keempat dengan raihan 65 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu.
Kalah dari Thailand, yang finis sebagai juara umum dengan koleksi 107 medali emas, 94 medali perak, dan 81 medali perunggu, tuan rumah Myanmar (86-62-85), dan Vietnam (74-85-86).
“Tahun ini sendiri, dengan partisipasi di 33 cabor dan 308 nomor pertandingan dari total 39 cabor dan 402 nomor pertandingan yang dipertandingkan di SEA Games 2015, Indonesia dipastikan sudah kehilangan 94 medali emas,” tukas Suwarno.
- See more at: http://ift.tt/1Bmm2jD
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->
0 komentar:
Posting Komentar