Sumber Asli -- C0I - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) sedang berusaha menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bersama-sama membangun olahraga Indonesia.
"Selama ini di CSR (tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat) olahraga tidak pernah disebut, makanya kami berusaha biar masuk. Biar nanti (BUMN) tidak lagi bapak asuh tapi menjadi bapak asli," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kunjungan ke kantor Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).
Pada 2011, sebanyak 50 BUMN ambil bagian untuk menjadi bapak asuh induk olahraga dengan kerja sama yang tertuang dalam nota kesepahaman Kempora dengan KONI Pusat. Jumlah itu menurun menjadi 41 BUMN pada 2013. Bahkan tahun lalu hanya segelintir BUMN yang tetap konsisten, antara lain PT KAI dengan angkat besi serta Pertamina dengan bulutangkis dan dayung.
Imam mengakui, dibandingkan dengan negara lain, Indonesia termasuk kurang dalam hal memberikan perhatian lebih kepada atlet maupun pelatih.
"Tentang penyaluran CSR butuh duduk bersama. Kalau (olahraga) sudah diputuskan menjadi bagian dari CSR, nanti sisi apanya yang perlu dibantu," kata pria asal Bangkalan, Madura ini.
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyambut positif ide ini. Sebab, anggaran organisasi yang ia pimpin minim.
"Jika terwujud kami bisa memberi dukungan yang lebih kepada atlet dan pelatih. Harapannya dengan begitu mereka bisa lebih termotivasi untuk berprestasi," ujarnya.
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
"Selama ini di CSR (tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat) olahraga tidak pernah disebut, makanya kami berusaha biar masuk. Biar nanti (BUMN) tidak lagi bapak asuh tapi menjadi bapak asli," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kunjungan ke kantor Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (15/1).
Pada 2011, sebanyak 50 BUMN ambil bagian untuk menjadi bapak asuh induk olahraga dengan kerja sama yang tertuang dalam nota kesepahaman Kempora dengan KONI Pusat. Jumlah itu menurun menjadi 41 BUMN pada 2013. Bahkan tahun lalu hanya segelintir BUMN yang tetap konsisten, antara lain PT KAI dengan angkat besi serta Pertamina dengan bulutangkis dan dayung.
Imam mengakui, dibandingkan dengan negara lain, Indonesia termasuk kurang dalam hal memberikan perhatian lebih kepada atlet maupun pelatih.
"Tentang penyaluran CSR butuh duduk bersama. Kalau (olahraga) sudah diputuskan menjadi bagian dari CSR, nanti sisi apanya yang perlu dibantu," kata pria asal Bangkalan, Madura ini.
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menyambut positif ide ini. Sebab, anggaran organisasi yang ia pimpin minim.
"Jika terwujud kami bisa memberi dukungan yang lebih kepada atlet dan pelatih. Harapannya dengan begitu mereka bisa lebih termotivasi untuk berprestasi," ujarnya.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->
0 komentar:
Posting Komentar