Selasa, 04 Oktober 2016

Pelatih Fisik Rio Haryanto Gembleng Kezia


Sumber Asli -- C0I - JAKARTA : Pembalap asal Solo Kezia Santoso tak mau hanya berpartisipasi pada balapan gokart internasional. Makanya, dia menyiapkan kondisi fisiknya tetap prima saat tampil pada balapan gokart yang bertajuk International Final Rok Cup 2016 di Italia, 19-22 Oktober 2016.


Latihan fisik gadis berusia 18 tahun ini ditangani Dennis van Rhee, pelatih yang mengantarkan Rio Haryanto menjejakkan kaki di Formula One (F1). Dennis selalu menggembleng fisik dan mental setiap hari. Hal itu dilakukan supaya staminanya prima ketika mengarungi balapan di Negeri Pizza.
"Tiap hari digenjot fisik dan mental terus sama Dennis. Latihannya berat, tapi saya menikmati karena ini sudah kebutuhan. Ini sangat penting sebelum balapan di Italia," ujar Kezia di Jakarta, Senin (3/10).
Putri pasangan Yong Lik Santoso dan Menik Santoso ini, dikirim membalap di Italia mewakili Indonesia. Dia sebelumnya menyandang status peringkat kedua Kejurnas Gokart Eshark Rok Cup 2016 selama enam seri. Selain Kezia, pembalap lain yang akan bertarung di ajang tersebut adalah Sergio Noor, Makayo, Gezha Sudirman, M Harits, Agi Borneo, Ijul Kege dan Aziz Mahpud.
Dia juga butuh menjaga kesehatan supaya tetap fit saat kejuaraan balap tingkat dunia tersebut digelar. Apalagi, cuaca di Italia saat ini di bawah 21 derajat. "Saya tidak terpengaruh dengn cuaca dingin di sana. Saya persiapkan semaksimal mungkin dan akan beradaptasi beberapa hari sebelum perlombaan digelar," terangnya.
Sesuai jadwal, Kezia akan bertolak ke Italia pada 12 Oktober. Sesampai di sana, dia akan langsung mensetting kendaraan dan berlatih. Sejauh ini, Kezia juga mempelejari trek di Sirkuit Garda, Milan yang akan dipakai balapan melalui video. "Saya melihat treknya sangat sulit, berbeda dengan yang ada di Indonesia. Tapi apapun, saya tetap akan berjuang maksimal," tuturnya.
Terkait target, dia mengaku tak akan muluk-muluk karena balapan tingkat dunia ini merupakan pertama kalinya. Dia harus melalui babak kualifikasi bersama 120an pembalap dari 52 negara. "Realistis saja, jalani kualifikasi dan berharap bisa masuk final. Kalau sudah masuk final, baru berbicara target selanjutnya," terang perempuan kelahiran 7 September 1998 ini.
Sementara itu, Ofisial Eshark Motorsport Ade Satyaningtyas selaku pimpinan rombongan pembalap mengatakan, pihaknya memang tak memasang target tinggi karena keikutsertaan ke Italia untuk menambah jam terbang. Sebab, pembalap saingannya merupakan pembalap terbaik dari masing-masing negara.
"Persaingan tentu akan sangat ketat, terutama dari Eropa. Kualitas pembalap Eropa hampir sama, jadi tidak yang menonjol. Sehingga target kami, ya paling tidak masuk fase final," kata Ade.
Secara terpisah, pegokart Sergio Noor juga menyatakan kesiapannya untuk mengarungi balapan di Italia tersebut. Bahkan, pegokart cilik berusia 7 tahun ini bertekad menembus babak final. "Saya sudah siap menghadapi balapan. Target saya bisa tampil di final," kata Sergio yang menyatakan tidak ada masalah dengan kendaraan yang ditungganginya.
***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

READ MORE»

Diundang Khusus, Tim Putri Cricket Indonesia Uji Coba Lawan Korsel

Sumber Asli -- C0I - Meski cabang olahraga cricket baru pertama kali dipertandingkan di PON XIX Jawa Barat 2016, tapi kemampuan Tim Cricket Indonesia tidak boleh dianggap sebelah mata. Pasalnya, Asosiasi Cricket Korea Selatan (KCA) mengundang khusus Tim Cricket Putri Indonesia untuk menjalani uji coba dengan tim nasional cricket  negara itu, 1-7 Oktober 2016.


"Korsel menilai Tim Cricket Putri Indonesia cukup berkualitas. Makanya, KCA mengundang resmi untuk pertandingan uji coba dimana biaya sepenuhnya ditanggung," kata Sekjen PP PCI, Arsyad Achmadin di Jakarta beberapa waktu lalu.
Tim Cricket Putri Indonesia yang dipimpin langsung Arsyad Achmadin berkekuatan 14 atlet yang direkrut dari hasil Pra PON 2015. Selama di Korsel, tim akan didampingi Ketua Umum PP PCI, Azis Syamsudin.
Meski diperhitungkan Korsel, kata Arsyad, PP PCI belum puas dengan kemampuan timnas putri tersebut. Makanya, PP PCI akan terus meningkatkan kualitasnya dengan menjaring atlet potensial yang muncul pada Pekan Olahraga Nasional (P0N) XIX Jawa Barat 2016. Apalagi, PP PCI bertekad menyumbangkan prestasi bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games di Jakarta-Palembang 2018.
"PON XIX Jawa Barat merupakan tonggak sejarah kebangkitan olahraga Cricket Indonesia. Cukup banyak atlet potensial yang lahir dari PON Jawa Barat 2016 dan pantas masuk dalam skuad Tim Nasional Criket Indonesia. Makanya, Pak Azis terus menginstruksikan untuk memilih pemain terbaik agar keinginan meraih prestasi bisa terwujud pada SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games 2018," katanya.
Meski hasil PON XIX Jawa Barat memunculkan atlet potensial yang kualitasnya tidak kalah dari anggota tim cricket yang berangkat ke Korsel, kata Arsyad, PP PCI tidak bisa langsung merekrut mereka. Hal ini terkait dengan waktu yang cukup pendek dan daftar anggota tim sebelumnya telah dikirimkan ke KCA.
"Selain waktunya mepet, kita tidak bisa memasukkan nama mereka karena daftar nama timnas sebelumnya telah dikirim ke KCA. Yang pasti, PP PCI akan memberikan tempat di tim nasional," ujarnya.
Lebih jauh Arsyad Achmadin mengungkapkan, Azis Syamsudin bukan hanya perhatian terhadap cricket selama di PON tetapi, bencana banjir bandeng di Garut tidak luput dari perhatiannya. "Saat bencana banjir di Garut, Pak Azis langsung memberikan bantuan ke Garut. Bantuan itu bentuk kepedulian Kosgoro dan masyarakat Cricket Indonesiaatas musibah yang dialami salah satu kabupaten di Jawa Barat," katanya.

TEKS FOTO

LANGSUNG – Ketua Umum PP PCI, Azis Syamsudin (kedua dari kanan) dan Sekjen Arsyad Achmadin mendampingi langsung Tim Putri Cricket Indonesia pada uji coba di Korea Selatan, 1 – 7 Oktober ini. (Ist)


***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->
READ MORE»

Kamis, 29 September 2016

PON XX/2020: Ujian Jawa Barat Untuk Membuktikan Memang Pantas Juara Umum PON XIX/2016

Sumber Asli -- C0I - BANDUNG – Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 telah resmi berakhir Kamis (29/9) malam.  Kini semua menatap dan mempersiapkan diri untuk menghadapi PON XX/2020 di Papua. Pertanyaan menarik untuk Jawa Barat yang sukses menjadi juara umum PON 2016 yang digelar di rumah sendiri. Mampukah Jabar juara umum di Papua?


            PON XX/2020 Papua memang pantas disebutkan sebagai ajang ujian bagi Jabar untuk membuktikan memang pantas juara umum PON XIX/2016. Bukan saja Papua merupakan tempat netral namun juga perjalanan Jabar menuju singgasana juara umum di rumah sendiri penuh dengan riak-riak. Mulai dari permainan aturan pertandingan, keberpihakan wasit hingga tekanan dari para pendukung yang berlebihan.
            Jadi Jawa Barat pada PON XX nanti mempunyai tugas berat. Mempertahankan gelar juara umum di tempat netral dalam kondisi yang tentunya jauh berbeda dengan saat menjadi tuan rumah. Bila mampu mempertahankan gelar juara umum maka Jabar pantas menyandang sebagai barometer olahraga nasional. Tapi mampukah?
             Yang jelas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap daerahnya meraih juara di PON Papua 2020. Jabar  tak mau hanya dicap sebagai jago kandang dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 yang dihelat di daerahnya sendiri. Mereka bertekad mempertahankan prestasi empat tahun mendatang.
            Kontingen Jawa Barat memastikan diri sebagai juara umum PON 2016. Jabar berada di posisi pertaman daftar perolehan medali dengan raihan  total 531 medali yang terdiri dari 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu.  Unggul atas Jawa Timur yang berada di posisi kedua dengan 405 (132 – 138 – 135). Juara bertahan DKI Jakarta kali ini harus puas di urutan tiga dengan 376 (132 – 125 – 119).
            "Target Jabar di Papua itu mudah-mudahan masih tetap berprestasi sebagaimana di PON tahun ini. Karena kalau melihat pengalaman PON yang ada, kami tidak pernah lepas dari peringkat tiga atau empat besar," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Rabu (28/9).
            Setelah setahun menjabat sebagai Gubernur Jabar, Aher --sapaan Ahmad Heryawan-- ikut mendukung tim Jabar meraih peringkat keempat di PON Kalimantan Timur 2008. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, lanjut Aher, persiapan yang baik menjadi resep ampuh Jabar dalam menjuarai PON 2016.
            "Saat itu (2008) Jabar kurang persiapan. Di PON Pekanbaru 2012, dengan persiapan selama dua tahun Jabar berada di peringkat kedua. Tahun ini kami ada di peringkat pertama karena persiapan yang kami lakukan selama empat tahun," ujar Aher. ***

***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->
READ MORE»

PON XIX/2016: Prestasi dan Harmonisasi Dari Jabar Menuju Papua

Sumber Asli -- C0I - BANDUNG -: Wakil Presiden M Jusuf Kalla menekan sirene tanda penutupan secara resmi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis (29/9) malam. Bendera PON diturunkan kemudian oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan diserahkan kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe yang akan menjadi tuan rumah PON XX/2020 di Bumi Cendrawasih. 

Api PON di kaldron perlahan padam. Selamat tinggal Jawa Barat sampai jumpa di Papua. Prestasi dan harmonisasi di Jawa Barat diharapkan berlanjut dan bertambah baik di Papua.
            Wakil Presiden Yusuf Kalla mengatakan Pekan Olahraga Nasional merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena menjadi sarana untuk pembentukan generasi bangsa. "Dalam olahraga ada kejujuran, ada sportivitas dan ada kebanggaan karena saat pemenang diumumkan maka bendera daerah akan berkibar, sejatinya demikian pula saat olimpiade. Sehingga, betapa pentingnya PON ini bagi bangsa ini," kata Yusuf Kalla dalam sambutannya sebelum  acara penutupan.
            Wapres dalam kesempatan tersebut berpesan, bagi atlet yang gagal diharapkan terus berjuang dengang giat berlatih, sedangkan bagi yang berhasil untuk terus dibina karena esensi dalam olahraga sejatinya adalah pembinaan. "Bangsa ini berharap semoga prestasi yang dicapai atlet akan lebih baik di masa datang. Sebelumnya, Indonesia juga berbahagia atas hasil Olimpiade Brasil dan diharapkan saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dapat meraih prestasi serupa," kata dia.
            Menurut Kalla, PON di Jawa Barat ini berjalan sangat baik dengan terpecahnya beberapa rekor nasional, rekor Asia dan rekor dunia. Capaian ini juga diharapkan terjadi saat perhelatan serupa digelar empat tahun mendatang di Papua.
PON Jawa Barat dimulai sejak 17 september 2016 sampai dengan 29 September 2016 di sejumlah kabupaten/kota yang diikuti 8.403 atlet dengan mempertandingkan 44 cabang olahraga dan 10 cabang olahraga eksebisi. PON kali ini mempertandingkan 365 pertandingan untuk putra dan 302 pertandingan untuk putri, selain itu terdapat pula 33 pertandingan campuran dan 50 pertandingan terbuka di 61 arena tersebar di 15 kota atau kabupaten yang ada di Jawa Barat.
            Dalam PON yang berlangsung sejak 17 September lalu itu, Jabar keluar sebagai juara umum dengan raihan  total 531 medali yang terdiri dari 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu.  Unggul atas Jawa Timur yang berada di posisi kedua dengan 405 (132 – 138 – 135). Juara bertahan DKI Jakarta kali ini harus puas di urutan tiga dengan     376 (
132 – 125 – 119.
            Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan PON XX di Provinsi Papua akan dilaksanakan di lima daerah yakni Kabupaten Jayapura, Timika, Biak, Wamena dan Kabupaten Merauke. "Kami siap melaksanakan PON 2020, PON 2020 Papua bukan sekedar ajang multi even olahraga nasional tapi juga akan menjadi ajang mempersatukan Indonesia lewat olahraga," kata Lukas Enembe.
            Sebagai provinsi paling timur di Indonesia yang baru pertama kali melaksanakan PON, kata Lukas, Provinsi Papua merasa bangga dan bersyukur karena bisa ditunjuk sebagai ruan rumah PON 2020 oleh pemerintah. "Kita bersyukur mendapatkan kepercayaan oleh negara untuk membangun kemitraan Indonesia dan Papua lewat olahraga nasional, yakni ajang PON," kata dia.
            Menurut dia, olahraga akan menjadi bagian terpenting dalam rekonsiliasi nasional karena olahraga diyakini bisa menjadi alat pemersatu daerah-daerah di Indonesia. "Kami mohon doa dan dukungannya, semoga kami bisa menjadi tuan rumah yang sukses melaksanakan PON 2020," katanya.
            Ia mengatakan selama empat tahun ke depan Provinsi Papua akan terus berbenah dalam mempersiapkan PON 2020 seperti pembangunan sarana dan prasarana olahraga hingga infrastruktur. "Dan kami akan belajar banyak dari Jawa Barat untuk penyelenggaran PON 2020 nanti," ujarnya.
***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->

READ MORE»
Copyright 2013 berita hangat - Template by Efachresya - Editor premium Top coi