Sumber Asli -- C0I -Surat Keputusan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo menunjuk Asyik sebagai Manajer Tim Equestrian merugikan Tim Equestrian Indonesia yang akan berlomba pada Asian Games Incheon, Korea Selatan (Korsel), 19 September hingga 4 Oktober 2014. Pasalnya, Asyik sama sekali tidak mengerti sama sekali tentang olahraga Equstrian. Padahal, Equestrian dihatapkan menyumbang satu medali emas bagi kontingen Indonesia.
SK KOI bernomor 014/KE-KOI/IX/2014 itu otomatis menggeser posisi Prasetiana Sumiskun sebagai Manajer Tim Equestrian yang telah disetujui Ketua Dewan Pelaksana Prima Tono Suratman.
"Posisi saya digeser hanya karena sentimen pribadi bu Rita Subowo karena saya jadi saksi pada perkara KONI Pusat yang menggugat UU SKN Tahun 2003 di Mahkamah Konstitusi (MK). Kasihan kan atlet yang jadi korban. Mereka sangat berharap saya bisa hadir mendampingi mereka saat berlomba di Incheon," kata Prasetiana Sumiskun di Jakarta, Rabu (17/9/2014).
Menurut Prasetiana Sumiskun, tidak gampang menjadi Manajer Tim karena harus mengetahui segala kebutuhan atlet, peraturan dan kuda yang akan digunakan.
"Asyik itu bukan pengurus KOI tetapi mengatasnamakan KOI. Dia hanya menangani olahraga akurasi Prima dan sama sekali tidak pernah melihat perlombaan Equestrian. Bagaimana mungkin Manajer Tim bisa melakukan protes jika atlet Indonesia dirugikan kalau tidak mengerti peraturan pertandingan? Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan atlet kalau tidak pernah menanganinya. Dan, bagaimana bisa melihat peluang kalau tidak mengerti tentang kuda. Perlu dicatat bahwa prestasi itu diraih bukan hanya karena kepiawaian atlet tetapi kuda juga sangat menentukan," papar Prasetiana Sumiskun yang akrab dipanggil Dion.
Mantan Manajer yang sukses membawa Tim Equestrian memenuhi target di SEA Games Myanmar 2013 dengan dua emas, 3 perak dan 3 perunggu itu tetap saja berkeinginan berangkat ke Korea untuk memberikan pengarahan dan semangat terhadap atlet equestrian. Tetapi, dia tidak bisa memasuki area perlombaan karena tidak memiliki ID Card.
SK KOI yang ditandatangani Rita Subowo itu bukan hanya bertentangan dengan SK dari Dewan Pelaksana Prima bernomor 72 Tahun 2014 tertanggal 1 Agustus 2014. Namun, SK tersebut mengindahkan surat klarifikasi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Prof Djoko Pekik Irianto.
Dalam surat klarifikasi Nomor 03164/DIV-3/IX/2014 yang ditandatangani Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora Bosar Napitupulu tertanggal 11 September 2014, KOI diminta menetapkan nama-nama atlet, pelatih dan Manajer Cabang Olahraga disesuaikan dengan usulan Dewan Pelaksana Prima.
Surat ini berkaitan dengan surat yang ditandatangani Ketua Umum Pengurus Pusat Equestrian Federation Indonesi (PP EFI), Irvan Gading tertanggal 15 September 2014. Dalam surat yang ditujukan ke Prof Djoko Pekik ditegaskan bahwa PP EFI tidak pernah mengusulkan maupun mengajukan nama Asyik sebagai Manajer Tim Equestrian Asian Games 2014.
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
SK KOI bernomor 014/KE-KOI/IX/2014 itu otomatis menggeser posisi Prasetiana Sumiskun sebagai Manajer Tim Equestrian yang telah disetujui Ketua Dewan Pelaksana Prima Tono Suratman.
"Posisi saya digeser hanya karena sentimen pribadi bu Rita Subowo karena saya jadi saksi pada perkara KONI Pusat yang menggugat UU SKN Tahun 2003 di Mahkamah Konstitusi (MK). Kasihan kan atlet yang jadi korban. Mereka sangat berharap saya bisa hadir mendampingi mereka saat berlomba di Incheon," kata Prasetiana Sumiskun di Jakarta, Rabu (17/9/2014).
Menurut Prasetiana Sumiskun, tidak gampang menjadi Manajer Tim karena harus mengetahui segala kebutuhan atlet, peraturan dan kuda yang akan digunakan.
"Asyik itu bukan pengurus KOI tetapi mengatasnamakan KOI. Dia hanya menangani olahraga akurasi Prima dan sama sekali tidak pernah melihat perlombaan Equestrian. Bagaimana mungkin Manajer Tim bisa melakukan protes jika atlet Indonesia dirugikan kalau tidak mengerti peraturan pertandingan? Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan atlet kalau tidak pernah menanganinya. Dan, bagaimana bisa melihat peluang kalau tidak mengerti tentang kuda. Perlu dicatat bahwa prestasi itu diraih bukan hanya karena kepiawaian atlet tetapi kuda juga sangat menentukan," papar Prasetiana Sumiskun yang akrab dipanggil Dion.
Mantan Manajer yang sukses membawa Tim Equestrian memenuhi target di SEA Games Myanmar 2013 dengan dua emas, 3 perak dan 3 perunggu itu tetap saja berkeinginan berangkat ke Korea untuk memberikan pengarahan dan semangat terhadap atlet equestrian. Tetapi, dia tidak bisa memasuki area perlombaan karena tidak memiliki ID Card.
SK KOI yang ditandatangani Rita Subowo itu bukan hanya bertentangan dengan SK dari Dewan Pelaksana Prima bernomor 72 Tahun 2014 tertanggal 1 Agustus 2014. Namun, SK tersebut mengindahkan surat klarifikasi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Prof Djoko Pekik Irianto.
Dalam surat klarifikasi Nomor 03164/DIV-3/IX/2014 yang ditandatangani Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora Bosar Napitupulu tertanggal 11 September 2014, KOI diminta menetapkan nama-nama atlet, pelatih dan Manajer Cabang Olahraga disesuaikan dengan usulan Dewan Pelaksana Prima.
Surat ini berkaitan dengan surat yang ditandatangani Ketua Umum Pengurus Pusat Equestrian Federation Indonesi (PP EFI), Irvan Gading tertanggal 15 September 2014. Dalam surat yang ditujukan ke Prof Djoko Pekik ditegaskan bahwa PP EFI tidak pernah mengusulkan maupun mengajukan nama Asyik sebagai Manajer Tim Equestrian Asian Games 2014.
- ***
========= Dukungan untuk Cinta Olahraga Indonesia bisa dikirimkan langsung melalui: BANK BCA KCP PALMERAH NO REKENING 2291569317 BANK MANDIRINO REKENING 102-00-9003867-7 =========
-->
0 komentar:
Posting Komentar